Kamis, 27 Februari 2014

PEMBUKAAN PAMERAN 'SANG STRUKTURALIS'

7 MARET 2014

PEMBUKAAN PAMERAN 'SANG STRUKTURALIS'


Semarang Gallery
Jl Taman Srigunting No. 5-6 Semarang 50174
Pembukaan : Jumat, 7 Maret 2014 pkl. 19:00 WIB
Pameran : 7 - 21, 2014

Setelah menguasai teknik dasar melukis,
biasanya seorang perupa selalu tergoda
untuk melakukan eksperimen-eksperimen
lebih lanjut sebagai jawaban atas tantangan kreatifitas
dalam karyanya. Entah eksperimen itu ada
pada mediumnya atau pengembangan lebih lanjut
dari teknik yang sudah dikuasainya.

Kali ini Semarang Gallery memamerkan karyakarya
5 orang perupa yang bisa mewakili kecenderungan
yang saya sebut di atas. Mereka kebetulan
berasal dari beberapa daerah dan lulusan dari
beberapa Institusi Seni yang berbeda.

Agus Trianto BR, seorang perupa langganan
juara dalam lomba-lomba dan pernah menyabet
penghargaan Karya Terbaik Akili Museum
Art Award 2008, adalah lulusan ISI Jogjakarta.
Cukup lama saya mengikuti perkembangan
kesenimanannya sejak saya pertama mengoleksi
karyanya pada tahun 2006.
Kemudian Erianto yang berasal dari Paladangan
Agam, Sumatra Barat yang saya kenal sejak dia
hijrah ke Jogjakarta untuk menempuh gelar S2-
nya di ISI Jogjakarta, sekitar tahun 2010 silam.
Sedang Isa Ansory adalah perupa dari Batu, Jawa
Timur lulusan S1 Seni Rupa IKIP Malang. Saya tertarik
dengan semangat dan kegigihannya dalam
berkarya sehingga kita bisa melihat perkembangan
karyanya akhir-akhir ini cukup menarik.
Adapun Aan Arief yang akhir-akhir ini melejit setelah
karyanya “ Perahu Meduza” menarik banyak
pemirsa pada Artjog tahun lalu. Aan berasal dari Jogja
dan pernah menempuh studi di Fakultas Seni Rupa ISI
Jogjakarta.
Yang terakhir dan paling muda adalah Ahdiyat,
lulusan ITB Bandung tahun 2013. Teknik arangnya
cukup menjanjikan.

Ke lima perupa yang tampil dalam pameran ini
sangat menguasai teknik realis sebagai teknik
dasar melukis mereka. Dalam perkembangan
selanjutnya, dengan kecakapan skill realis, mereka
bereksperimen lebih jauh dengan medium
maupun teknik presentasinya. Rata-rata mereka
memakai foto sebagai bahan konsep perupaannya,
tetapi karya-karya mereka sama sekali tidak
berkesan seperti sedang melukis potret, menyalin
foto, meniru foto dan tidak sekedar memindahkan
foto di atas kanvas. Misalnya Aan Arief yang
sengaja membesut-besutkan kuas pada beberapa
bagian dari karyanya selagi cat masih basah. Efek
yang didapat berkesan seperti teknik impresionis
dan sangat khas Aan Arief. Sedang Agus lebih
kepada menambah jlebretan-jlebretan cat atau
lelehan-lelehan cat yang berkesan mengganggu
teknis realis pada obyek karyanya, sehingga menambah
kesan artistik pada karyanya. Isa Ansory
berusaha menggabungkan kecakapan melukis
realis pada tubuh manusia dengan melukis sobekan
sobekan kertas yang berkesan seperti kolase.
Erianto bermain-main dengan medium. Menciptakan
benda-benda tiga dimensi tiruan yang berhubungan
dengan perabotan melukis yang selama ini kita anggap
tidak penting, semisal kotak kayu
packing lukisan, pipa pralon sebagai packing
lukisan yang digulung. Semua imajinasi mengenai
benda-benda tadi divisualkan dengan teknis realis
yang prima sehingga sepintas kita akan terkecoh.
Kanvas-kanvas yang dilukis itu persis seperti
kayu atau triplex aslinya. Daya kejut inilah yang
menjadikan karya-karya Erianto menjadi segar
dan menarik. Mengangkat benda-benda yang
selama ini kita anggap sepele dan menjadikannya
sebagai obyek yang menarik karena imbuhan
teknik melukisnya yang handal. Sedang Ahdiyat
menerima tantangan medium charcoal atau arang
untuk mewujudkan karya realisnya. Tidak banyak
perupa yang menggunakan teknik arang karena
teknik ini dikenal amat sulit.
Semua yang dilakukan oleh para perupa ini adalah
satu gambaran kreatifitas bagi perupa-perupa
dalam rangka mengangkat reputasi dan mencari
jati diri serta memenangkan persaingan dalam
percaturan dunia seni rupa sekarang. Soal hasilnya
silahkan para penikmat yang menghakiminya.

Terima kasih kepada ke lima perupa yang berpameran
dan kurator Wahyudin yang menyiapkan
pameran ini. Selamat menikmati.

Semarang, Maret 2014

Semarang Gallery
Jl Taman Srigunting No. 5-6 Semarang 50174 Indonesia
T. +62 24 355 2099
F. +62 24 355 2199
galeri_semarang@yahoo.com

Link : http://www.galerisemarang.com/

ORArT ORET 55

2 MARET 2014

ORArT ORET 55


ORArT ORET 55 akan diadakan pada hari Minggu 2 Maret 2014, mulai pkl. 08:00 WIB. Mengambil lokasi di satu sudut Kota Lama Semarang yang mungkin tidak begitu menarik, tapi berpotensi menjadi menarik, yaitu di Jl. Kepodang Buntu (dekat Marba). Di sebuah lahan kosong yang terbengkalai.
Seandainya lokasi tersebut sering dieksplorasi, bukan tidak mungkin bisa menjadi sebuah teman hijau terbuka baru di Kawasan Kota Lama Semarang.

Seperti biasa, peralatan dan konsumsi bawa sendiri-sendiri.

Sampai jumpa di lokasi!

Guyub Art!

Link : https://www.facebook.com/events/581402861947056

Jumat, 21 Februari 2014

APRESIASI FILM SEMARANG

22 - 23 PEBRUARI 2014

APRESIASI FILM SEMARANG


RUANG-RABU PMLP [Program Magister Lingkungan dan Perkotaan] Unika Soegijapranata dan KSS [Komunitas Sinema Semarang] mengundang anda pada PEMUTARAN, PEMBAHASAN, dan PENGANUGERAHAN film-film pendek berkategori FIKSI, DOKUMENTER dan ANIMASI karya sineas-sineas Semarang dan Yogyakarta pada:

HARI/TANGGAL/ACARA
Sabtu, 22 Februari 2014 [Pemutaran 10 Film]
Minggu, 23 Februari 2014 [Pemutaran 5 Film, Diskusi Film, dan Penganugerahan Film terbaik].

PEMBAHAS
Donny Danardono [PMLP Unika Soegijapranata]

JAM
13.00 - 18.00 [Sabtu dan Minggu].

TEMPAT
Teater Thomas Aquinas,
Gedung Thomas Aquinas Lantai 3
Unika Soegijapranata.
Jl. Pawiyatan Luhur IV/1
Semarang.

Link : https://www.facebook.com/events/469503446509172

Rabu, 12 Februari 2014

TAMAN GARUDA ART JAMMING

16 PEBRUARI 2014

TAMAN GARUDA ART JAMMING


Taman Garuda Art Jamming kali ini akan diadakan pada hari Minggu, 16 Pebruari 2014 mulai pkl. 09:00 WIB sampai selesai.
Menggambar dan fotografi model, pameran foto dan kerajinan serta aksi teatrikal akan mengisi artjamming nanti.

Bagi teman-teman yang ingin ikut beraksi silakan datang, cari
tempat dan langsung beraksi saja!
Kegiatan di acara ini bersifat self-service atau swalayan, para
pegiat diharapkan membawa dan mempersiapkan peralatan aksi
mereka masing-masing sendiri.

Taman Garuda Art Jamming digagas oleh ORArT ORET dengan tujuan untuk lebih menghidupkan satu area kecil di kawasan Kota Lama Semarang yang cukup luas yang terletak di Jl. Garuda, sehingga bisa menjadi suatu ruang seni terbuka (outdoor art space) yang diharapkan bisa menambah daya tarik kawasan Kota Lama sebagai tujuan wisata selain bangunan-bangunan tuanya yang artistik.

Kunjungi page Taman Garuda Art Space dan beri dukungan :
https://www.facebook.com/pages/Taman-Garuda-Art-Space/210576285759986

Taman Garuda Art Jamming memungkinkan kita untuk :
- menghidupkan Kawasan Kota Lama Semarang dengan aktifitas dan atraksi seni, sesederhana apapun bentuknya
- mengkespresikan cita rasa seni dan meningkatkan kesadaran
lebih menghidupkan seni budaya di Semarang
- mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan berkegiatan seni
- berkumpul dengan teman-teman dan mencari teman baru
- memperluas jaringan dan promosi
- rekreasi keluarga

Dengan dukungan dari semua pihak tentu akan lebih mudah dan
cepat untuk mewujudkan outdoor art space ini yang jika memungkinkan akan diadakan rutin paling sebulan sekali.

Sampai jumpa di sana!

Guyub Art!

Link : https://www.facebook.com/events/753156031364267/

Minggu, 09 Februari 2014

PERTUNJUKAN KESENIAN RAKYAT JAWA TENGAH

15 PEBRUARI 2014

PERTUNJUKAN KESENIAN RAKYAT JAWA TENGAH


Pkl. 19:00 WIB - selesai
Area Taman KB
Jl. Menteri Soepeno Semarang

URBAN PARTY

15-16 PEBRUARI 2014

URBAN PARTY

Sebuah Pesta Budaya Masyarakat Kita

Fakultas Ilmu Budaya Undip
Jl. Hayam Wuruk No. 4 Semarang

PAMERAN SENI DAN SASTRA 'ABORSI' : TANDA SEBUAH AKHIR

13-14 PEBRUARI 2014

PAMERAN SENI DAN SASTRA 'ABORSI' : TANDA SEBUAH AKHIR


PKM Lt2 IKIP PGRI Semarang

ABORSI : TANDA SEBUAH AKHIR
Sebuah ultimatum kegelisahan dalam pameran seni rupa karya Ahmad Rofiq
Abortus adalah istilah terpencarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup (sebelum habis bulan keempat dari kehamilan), atau bernama lain keguguran. Ya, abortus tidak lain adalah kata serapan yang menjadi kosa kata Bahasa Indonesia: aborsi. Beranjak dari asal kata: sebuah berita tanggal 7 November 2013 pada peringatan Hari Kependudukan se- Dunia, membawa kabar bahwa Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki- Moon menyatakan dalam data statistik PBB terdapat sebanyak 16 juta gadis remaja yang berusia di bawah 18 tahun melahirkan setiap tahun. Sebanyak 3,2 juta remaja lagi menjalani aborsi yang tidak aman. Di Indonesia sendiri versi BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) memperkirakan setiap tahun jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2,4 juta jiwa. Bahkan, 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. Tingginya angka aborsi di kalangan remaja ini seringkali dikaitkan dengan kebebasan seks dan kegagalan KB. Beriringan dengan munculnya data-data tersebut, pro kontra pun muncul menyangkut esensi aborsi. Mereka yang mendukung aborsi beranggapan dengan alasan masa depan dan aib serta beban yang akan ditimpa oleh remaja tersebut pun calon anaknya. Mereka yang menolak aborsi beralasan pentingnya aturan agama, kesadaran moral atau pun kesehatan.
Beragam tanggapan muncul terkait polemic berkepanjangan tersebut, seorang seniman muda: Ahmad Rofiq turut menyambung polemic tersebut melalui penyematan kegelisahan dalam dirinya. Berlatar belakang pengalaman rekan dekatnya yang pernah bersinggungan dengan persoalan tersebut, Rofiq mencoba untuk menerjemahkan persoalan terdekat itu melalui eksplorasi karya seni rupa kontemporer. Tanpa membawa banyak pundi darimana bab persoalan ini berasal, Rofiq hanya focus pada bagaimana keberanian dan kreativitas dalam berkarya itu dituntaskan melalui pameran.
Tentunya apresiasi patut dijunjung tinggi atas kesadaran seorang seniman muda yang ingin memaparkan lewat sejumlah karya senirupa kontemporer. Alih-alih, persoalan controversial ini merupakan persoalan bersama yang patut mendapat perhatian oleh semua kalangan. Dalam lingkaran berkesenian: seniman, penghayat seni, dan penikmat seni semestinya memiliki sinergisitas supaya seni berfungsi bagi masyarakat dan seni itu sendiri. Dengan demikian, bentuk empati yang kreatif diharapkan dapat muncul dalam upaya penyelesaian segala macam persoalan.
Lantas, bagaimana kita mesti memaknai persoalan yang lama-lama jadi kelindan di tengah persoalan berbau moral lainnya? Oke. Kita mesti terlebih dahulu mempunyai kegelisahan semacam ini. Terlebih dahulu merasakan apa yang digelisahkan oleh Rofiq melalui karya-karya yang akan dipamerkannya, sebelum dinyatakan dalam wujud tindakan. Maka baiklah kita merayakan “Tanda Sebuah Akhir” sampai barangkali kita bias menaja suatu persoalan hidup seperti Chairil:
“hidup hanya menunda kekalahan
Tambah jauh dari cinta sekolah rendah…”

Selamat Merayakan!

Link : https://www.facebook.com/events/256356917867562/

Senin, 03 Februari 2014

PEMENTASAN TEATER 'ORANG ASING'

11 PEBRUARI 2014

PEMENTASAN TEATER 'ORANG ASING'


Teater Kaplink Production

19:00 WIB - selesai
Taman Budaya Raden Saleh Semarang
HTM. Rp.8.000,-

JAZZTIVITY (Special with HARRY TOLEDO COVERS)

6 PEBRUARI 2014

JAZZTIVITY (Special with HARRY TOLEDO COVERS)


19:00 WIB - selesai
Leresto Tungdeblang
Jl. Sultan Agung 107 Semarang

PAMERAN TUNGGAL FOTO JURNALISTIK MAULANA M FAHMI

1-10 PEBRUARI 2014

PAMERAN TUNGGAL FOTO JURNALISTIK MAULANA M FAHMI

(Pewarta Foto Suara Merdeka)

13 TAHUN BERKARYA

Extension Mal Ciputra
Simpang Lima Semarang

KONSER KLASIK NORA FISCHER & DANIEL KOOL

15 PEBRUARI 2014

KONSER KLASIK NORA FISCHER & DANIEL KOOL

19:00 WIB
Brain Academy Concert Hall
Jl. Rinjani No. 18 Semarang

Konser ini gratis. Setiap penonton diwajibkan untuk membawa undangan yang dapat diambil di Widya Mitra, Jl. Singosari no. 12 Semarang pada hari dan jam kerja (senin-jumat 09.00-16.00 dan sabtu 09.00-12.00)

Nora Fischer mengawali pendidikan vokal dengan Maarten Koningsberger dan kemudian melanjutkan studi di Conservatorium Amsterdam.
Sebagai seorang solois, Nora membuat debut awal di Muziekgebouw bersama musisi the Royal Concertgebouw Orkestra. Dia telah melakukan perjalanan konser diberbagai negara Eropa sampai India, Indonesia, dan Amerika Serikat. Dia juga terlibat dalam beberapa proyek kesenian bekerjasama dengan the Asko Schonberg, Nederlands Berlin, Calefax Reed Quintet dan Claron Mcfadden. Nora juga telah melakoni beberapa proyek kesenian kontemporer bekerjasama dengan komposer seperti JacobTV, Michel van der Aa dan Steve Reich.

Daniel Kool mulai belajar piano sejak berumur lima tahun. Setelah belajar selama empat tahun dia mulai memenangkan kompetisi piano tingkat lokal. Tahun 1997 dia mendaftarkan diri di the Young Talent Departement Conservatorium Amsterdam, dimana dia belajar Marjes Benoist. Dia meyelesaikan gelar sarjana dan master di Consevatorium Amsterdam dengan Mila Baslawskaja.
Tahun 2001 dia menjadi juara ketiga di final YPF Competition sebagai kontestan termuda dan pada tahun 2003 meraih juara kedua di final the Prises Christina Concours.
Daniel sering dihargai sebagai solois dan pianis musik kamar. Dia juga menampilkan pertunjukan piano-celo dengan cellist Ketevan Roinishvili yang kemudian terpilih untuk final the Dutch Classical Talent Competition.

Link : https://www.facebook.com/events/495344117252298