Rabu, 21 Mei 2014

SELFIE | pameran seni rupa

24-28 MEI 2014

SELFIE | pameran seni rupa


Pelukis-pelukis Barat modern yang terkenal dengan selfportrait-nya misalnya Vincent van Gogh, ia telah menyelesaikan sekitar tigapuluhan karya yang menggambarkan dirinya dalam berbagai pose hanya dalam waktutiga tahun. Van Gogh melukis dalam gaya ekspresif, jejak-jejak goresan kuasnya sangat jelas, disapukan dengan spontan, dan karena itu sangat tipikal. Pelukis wanita sohor Frida Kahlo juga gemar melukis wajahnya, dalam setting beraneka. Ekspresi yang kuat dengan garis alis tebal menggambarkan ketegaran dirinya dan dunia batinnya yang tertekan, meski bukan melalui goresan yang meledak-ledak. Seni lukis potret dalam seni rupa modern memang tidak menampilkan wajah diri secara imitatif. Henri Matisse dengan selfportrait-nya yang mengenakan T-shirt bergaris-garis, di tahun 1906 bahkan menjadi fenomenal, ketika ia membubuhkan warna hijau dan sapuan-sapuan liar pada lukisan wajahnya. Pablo Picasso melukis selfportrait dengan garis-garis kuat sederhana yang membagi faset-faset mukanya. Jadilah karyanya selfportrait dalam gaya kubisme yang pertama di tahun 1907 yang rupanya diilhami dari topeng Afrika. Francis Bacon kemudian mengembangkannya dan menjadikan lukisan potret dirinya yang mensugestikan gerak faset-faset wajah sehingga bentuknya “menyeramkan” jauh dari keinginan imitasi dan representasi obyektif. Dalam perkembangan kesenirupaan di Barat, bentuk ungkapan lukis potret tidak semata mengejar kepresisan obyeknya, yang bersifat fisik, melainkan justru menggali karakter dan nilai-nilai psikis di balik bentuk yang kasat mata. Dalam seni karikatur, nyatanya kita seringkali lebih dapat menangkap karakter subyek yang digambarkan meskipun wajah terdistorsi dan tidak sesuai dengan kenyataan obyektifnya. Wayang adalah juga contoh penggambaran karakter yang kuat dari para tokohnya.

Tradisi potret dalam karya seni rupa tidak hanya ada di Barat. Untuk menyebut beberapa nama, di Indonesia misalnya, Raden Saleh, Basuki Abdullah, dan Barli, melukis potret diri dalam gaya dan teknik realistis. Affandi mungkin sebagai pelukis Indonesia yang paling sering melukis dirinya dengan gaya ekspresionisme yang khas. Jauh sebelum itu, para raja masa Hindu yang berkuasa di Jawa telah meninggalkan patung-patung potret mereka. Arca Kertarajasa, Tribhuwanatunggadewi, Suhita, atau Prajnaparamita yang terdapat di museum Nasional merupakan contohnya. Dalam sebuah kisah diceriterakan, raja Hayam Wuruk telah memerintahkan para pelukis ke seluruh negeri untuk “merekam” puteri-puteri cantik yang akan dipilih sang raja sebagai permaisuri. Tentu gambar potret Dyah Pitaloka yang menjadi pilihan sang prabu tidak sama gaya dan cara ungkapannya dengan gambar Albrecht Durer yang telah membuat selfportrait ketika usia 13 tahun di abad ke-15, tidak jauh dari masa Majapahit itu. Dan berbeda pula dengan gaya ungkapan potret diri Leonardo da Vinci pada abad sesudahnya.Meskipun tidak tersisa gambar potret sebagaimana peninggalan patung potret di tanah air, dapat dipastikan bentuk ungkapannya tidak serealistis seperti gambar-gambar potret zaman awal Renaisan di Eropa. Dengan demikian gambar atau lukisan potret sekalipun sama-sama bertolak dari realitas, hasil dan bentuk ungkapannya bisa berbeda.

* * *

 Pameran SELFIE merupakan satu dari rencana-rencana pameran dan acara seni yang dirancang oleh ORArT ORET yang akan digelar tahun ini dan masa-masa ke depan.

Karya-karya yang akan dipamerkan merupakan hasil seleksi dari tim seleksi yang terdiri dari Bp. Aryo Sunaryo (Dosen Seni Rupa UNNES) dan Ibu Atie Krisna (perupa senior).

Pameran akan berlangsung pada tanggal 24 - 28 Mei 2014 di Galeri Merak, Jl. Merak No. 11A (Kota Lama) Semarang, dengan beberapa acara sebagai berikut :

- Pembukaan : 24 Mei 2014, pkl. 18:30 WIB
Performing art oleh Klinik Art

- Lomba mwnggambar dan mewarnai untuk anak : 25 Mei 2014, pkl. 09:00 - 11:0 WIB di halaman Balaikota Semarang

- Melukis model dan penutupan : 28 Mei 2014, pkl. 15:00 - 17:00 WIB

Perupa dalam pameran SELFIE :
Ahmad Rofiq | Alam | Ali Sucipto | Alodia Yap | AM Dante | Amin Fuad | Andhy Piscanova | Artigalih Washita | Dadang Pribadi | Daniel Catur | Debronzes | Didik AW | Djoko Susilo | Fany | Farid S. Madjid | Febriyanto Valentino | Franky Jo | Ghilman | Gozi Prayudi | Husni Mubarok | Made Iskandar | M Kastoni | Muchadi | Peri Sunata | Putut Puspito Edi | Riki Hadiansyah | Ronier | Salnath | Suci Indyaswati | Susilo Tomo

Selamat berpameran kepada para perupa!
Selamat berapresiasi untuk saudara-saudara!
 


Link : https://www.facebook.com/events/703811789682097 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar