15 PEBRUARI 2014
PERTUNJUKAN KESENIAN RAKYAT JAWA TENGAH
Pkl. 19:00 WIB - selesai
Area Taman KB
Jl. Menteri Soepeno Semarang
Minggu, 09 Februari 2014
URBAN PARTY
15-16 PEBRUARI 2014
URBAN PARTY
Sebuah Pesta Budaya Masyarakat Kita
Fakultas Ilmu Budaya Undip
Jl. Hayam Wuruk No. 4 Semarang
URBAN PARTY
Sebuah Pesta Budaya Masyarakat Kita
Fakultas Ilmu Budaya Undip
Jl. Hayam Wuruk No. 4 Semarang
PAMERAN SENI DAN SASTRA 'ABORSI' : TANDA SEBUAH AKHIR
13-14 PEBRUARI 2014
PAMERAN SENI DAN SASTRA 'ABORSI' : TANDA SEBUAH AKHIR
PKM Lt2 IKIP PGRI Semarang
ABORSI : TANDA SEBUAH AKHIR
Sebuah ultimatum kegelisahan dalam pameran seni rupa karya Ahmad Rofiq
Abortus adalah istilah terpencarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup (sebelum habis bulan keempat dari kehamilan), atau bernama lain keguguran. Ya, abortus tidak lain adalah kata serapan yang menjadi kosa kata Bahasa Indonesia: aborsi. Beranjak dari asal kata: sebuah berita tanggal 7 November 2013 pada peringatan Hari Kependudukan se- Dunia, membawa kabar bahwa Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki- Moon menyatakan dalam data statistik PBB terdapat sebanyak 16 juta gadis remaja yang berusia di bawah 18 tahun melahirkan setiap tahun. Sebanyak 3,2 juta remaja lagi menjalani aborsi yang tidak aman. Di Indonesia sendiri versi BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) memperkirakan setiap tahun jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2,4 juta jiwa. Bahkan, 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. Tingginya angka aborsi di kalangan remaja ini seringkali dikaitkan dengan kebebasan seks dan kegagalan KB. Beriringan dengan munculnya data-data tersebut, pro kontra pun muncul menyangkut esensi aborsi. Mereka yang mendukung aborsi beranggapan dengan alasan masa depan dan aib serta beban yang akan ditimpa oleh remaja tersebut pun calon anaknya. Mereka yang menolak aborsi beralasan pentingnya aturan agama, kesadaran moral atau pun kesehatan.
Beragam tanggapan muncul terkait polemic berkepanjangan tersebut, seorang seniman muda: Ahmad Rofiq turut menyambung polemic tersebut melalui penyematan kegelisahan dalam dirinya. Berlatar belakang pengalaman rekan dekatnya yang pernah bersinggungan dengan persoalan tersebut, Rofiq mencoba untuk menerjemahkan persoalan terdekat itu melalui eksplorasi karya seni rupa kontemporer. Tanpa membawa banyak pundi darimana bab persoalan ini berasal, Rofiq hanya focus pada bagaimana keberanian dan kreativitas dalam berkarya itu dituntaskan melalui pameran.
Tentunya apresiasi patut dijunjung tinggi atas kesadaran seorang seniman muda yang ingin memaparkan lewat sejumlah karya senirupa kontemporer. Alih-alih, persoalan controversial ini merupakan persoalan bersama yang patut mendapat perhatian oleh semua kalangan. Dalam lingkaran berkesenian: seniman, penghayat seni, dan penikmat seni semestinya memiliki sinergisitas supaya seni berfungsi bagi masyarakat dan seni itu sendiri. Dengan demikian, bentuk empati yang kreatif diharapkan dapat muncul dalam upaya penyelesaian segala macam persoalan.
Lantas, bagaimana kita mesti memaknai persoalan yang lama-lama jadi kelindan di tengah persoalan berbau moral lainnya? Oke. Kita mesti terlebih dahulu mempunyai kegelisahan semacam ini. Terlebih dahulu merasakan apa yang digelisahkan oleh Rofiq melalui karya-karya yang akan dipamerkannya, sebelum dinyatakan dalam wujud tindakan. Maka baiklah kita merayakan “Tanda Sebuah Akhir” sampai barangkali kita bias menaja suatu persoalan hidup seperti Chairil:
“hidup hanya menunda kekalahan
Tambah jauh dari cinta sekolah rendah…”
Selamat Merayakan!
Link : https://www.facebook.com/events/256356917867562/
PAMERAN SENI DAN SASTRA 'ABORSI' : TANDA SEBUAH AKHIR
PKM Lt2 IKIP PGRI Semarang
ABORSI : TANDA SEBUAH AKHIR
Sebuah ultimatum kegelisahan dalam pameran seni rupa karya Ahmad Rofiq
Abortus adalah istilah terpencarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup (sebelum habis bulan keempat dari kehamilan), atau bernama lain keguguran. Ya, abortus tidak lain adalah kata serapan yang menjadi kosa kata Bahasa Indonesia: aborsi. Beranjak dari asal kata: sebuah berita tanggal 7 November 2013 pada peringatan Hari Kependudukan se- Dunia, membawa kabar bahwa Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki- Moon menyatakan dalam data statistik PBB terdapat sebanyak 16 juta gadis remaja yang berusia di bawah 18 tahun melahirkan setiap tahun. Sebanyak 3,2 juta remaja lagi menjalani aborsi yang tidak aman. Di Indonesia sendiri versi BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) memperkirakan setiap tahun jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2,4 juta jiwa. Bahkan, 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. Tingginya angka aborsi di kalangan remaja ini seringkali dikaitkan dengan kebebasan seks dan kegagalan KB. Beriringan dengan munculnya data-data tersebut, pro kontra pun muncul menyangkut esensi aborsi. Mereka yang mendukung aborsi beranggapan dengan alasan masa depan dan aib serta beban yang akan ditimpa oleh remaja tersebut pun calon anaknya. Mereka yang menolak aborsi beralasan pentingnya aturan agama, kesadaran moral atau pun kesehatan.
Beragam tanggapan muncul terkait polemic berkepanjangan tersebut, seorang seniman muda: Ahmad Rofiq turut menyambung polemic tersebut melalui penyematan kegelisahan dalam dirinya. Berlatar belakang pengalaman rekan dekatnya yang pernah bersinggungan dengan persoalan tersebut, Rofiq mencoba untuk menerjemahkan persoalan terdekat itu melalui eksplorasi karya seni rupa kontemporer. Tanpa membawa banyak pundi darimana bab persoalan ini berasal, Rofiq hanya focus pada bagaimana keberanian dan kreativitas dalam berkarya itu dituntaskan melalui pameran.
Tentunya apresiasi patut dijunjung tinggi atas kesadaran seorang seniman muda yang ingin memaparkan lewat sejumlah karya senirupa kontemporer. Alih-alih, persoalan controversial ini merupakan persoalan bersama yang patut mendapat perhatian oleh semua kalangan. Dalam lingkaran berkesenian: seniman, penghayat seni, dan penikmat seni semestinya memiliki sinergisitas supaya seni berfungsi bagi masyarakat dan seni itu sendiri. Dengan demikian, bentuk empati yang kreatif diharapkan dapat muncul dalam upaya penyelesaian segala macam persoalan.
Lantas, bagaimana kita mesti memaknai persoalan yang lama-lama jadi kelindan di tengah persoalan berbau moral lainnya? Oke. Kita mesti terlebih dahulu mempunyai kegelisahan semacam ini. Terlebih dahulu merasakan apa yang digelisahkan oleh Rofiq melalui karya-karya yang akan dipamerkannya, sebelum dinyatakan dalam wujud tindakan. Maka baiklah kita merayakan “Tanda Sebuah Akhir” sampai barangkali kita bias menaja suatu persoalan hidup seperti Chairil:
“hidup hanya menunda kekalahan
Tambah jauh dari cinta sekolah rendah…”
Selamat Merayakan!
Link : https://www.facebook.com/events/256356917867562/
Senin, 03 Februari 2014
PEMENTASAN TEATER 'ORANG ASING'
11 PEBRUARI 2014
PEMENTASAN TEATER 'ORANG ASING'
Teater Kaplink Production
19:00 WIB - selesai
Taman Budaya Raden Saleh Semarang
HTM. Rp.8.000,-
PEMENTASAN TEATER 'ORANG ASING'
Teater Kaplink Production
19:00 WIB - selesai
Taman Budaya Raden Saleh Semarang
HTM. Rp.8.000,-
JAZZTIVITY (Special with HARRY TOLEDO COVERS)
6 PEBRUARI 2014
JAZZTIVITY (Special with HARRY TOLEDO COVERS)
19:00 WIB - selesai
Leresto Tungdeblang
Jl. Sultan Agung 107 Semarang
JAZZTIVITY (Special with HARRY TOLEDO COVERS)
19:00 WIB - selesai
Leresto Tungdeblang
Jl. Sultan Agung 107 Semarang
PAMERAN TUNGGAL FOTO JURNALISTIK MAULANA M FAHMI
1-10 PEBRUARI 2014
PAMERAN TUNGGAL FOTO JURNALISTIK MAULANA M FAHMI
(Pewarta Foto Suara Merdeka)
13 TAHUN BERKARYA
Extension Mal Ciputra
Simpang Lima Semarang
PAMERAN TUNGGAL FOTO JURNALISTIK MAULANA M FAHMI
(Pewarta Foto Suara Merdeka)
13 TAHUN BERKARYA
Extension Mal Ciputra
Simpang Lima Semarang
KONSER KLASIK NORA FISCHER & DANIEL KOOL
15 PEBRUARI 2014
KONSER KLASIK NORA FISCHER & DANIEL KOOL
19:00 WIB
Brain Academy Concert Hall
Jl. Rinjani No. 18 Semarang
Konser ini gratis. Setiap penonton diwajibkan untuk membawa undangan yang dapat diambil di Widya Mitra, Jl. Singosari no. 12 Semarang pada hari dan jam kerja (senin-jumat 09.00-16.00 dan sabtu 09.00-12.00)
Nora Fischer mengawali pendidikan vokal dengan Maarten Koningsberger dan kemudian melanjutkan studi di Conservatorium Amsterdam.
Sebagai seorang solois, Nora membuat debut awal di Muziekgebouw bersama musisi the Royal Concertgebouw Orkestra. Dia telah melakukan perjalanan konser diberbagai negara Eropa sampai India, Indonesia, dan Amerika Serikat. Dia juga terlibat dalam beberapa proyek kesenian bekerjasama dengan the Asko Schonberg, Nederlands Berlin, Calefax Reed Quintet dan Claron Mcfadden. Nora juga telah melakoni beberapa proyek kesenian kontemporer bekerjasama dengan komposer seperti JacobTV, Michel van der Aa dan Steve Reich.
Daniel Kool mulai belajar piano sejak berumur lima tahun. Setelah belajar selama empat tahun dia mulai memenangkan kompetisi piano tingkat lokal. Tahun 1997 dia mendaftarkan diri di the Young Talent Departement Conservatorium Amsterdam, dimana dia belajar Marjes Benoist. Dia meyelesaikan gelar sarjana dan master di Consevatorium Amsterdam dengan Mila Baslawskaja.
Tahun 2001 dia menjadi juara ketiga di final YPF Competition sebagai kontestan termuda dan pada tahun 2003 meraih juara kedua di final the Prises Christina Concours.
Daniel sering dihargai sebagai solois dan pianis musik kamar. Dia juga menampilkan pertunjukan piano-celo dengan cellist Ketevan Roinishvili yang kemudian terpilih untuk final the Dutch Classical Talent Competition.
Link : https://www.facebook.com/events/495344117252298
KONSER KLASIK NORA FISCHER & DANIEL KOOL
19:00 WIB
Brain Academy Concert Hall
Jl. Rinjani No. 18 Semarang
Konser ini gratis. Setiap penonton diwajibkan untuk membawa undangan yang dapat diambil di Widya Mitra, Jl. Singosari no. 12 Semarang pada hari dan jam kerja (senin-jumat 09.00-16.00 dan sabtu 09.00-12.00)
Nora Fischer mengawali pendidikan vokal dengan Maarten Koningsberger dan kemudian melanjutkan studi di Conservatorium Amsterdam.
Sebagai seorang solois, Nora membuat debut awal di Muziekgebouw bersama musisi the Royal Concertgebouw Orkestra. Dia telah melakukan perjalanan konser diberbagai negara Eropa sampai India, Indonesia, dan Amerika Serikat. Dia juga terlibat dalam beberapa proyek kesenian bekerjasama dengan the Asko Schonberg, Nederlands Berlin, Calefax Reed Quintet dan Claron Mcfadden. Nora juga telah melakoni beberapa proyek kesenian kontemporer bekerjasama dengan komposer seperti JacobTV, Michel van der Aa dan Steve Reich.
Daniel Kool mulai belajar piano sejak berumur lima tahun. Setelah belajar selama empat tahun dia mulai memenangkan kompetisi piano tingkat lokal. Tahun 1997 dia mendaftarkan diri di the Young Talent Departement Conservatorium Amsterdam, dimana dia belajar Marjes Benoist. Dia meyelesaikan gelar sarjana dan master di Consevatorium Amsterdam dengan Mila Baslawskaja.
Tahun 2001 dia menjadi juara ketiga di final YPF Competition sebagai kontestan termuda dan pada tahun 2003 meraih juara kedua di final the Prises Christina Concours.
Daniel sering dihargai sebagai solois dan pianis musik kamar. Dia juga menampilkan pertunjukan piano-celo dengan cellist Ketevan Roinishvili yang kemudian terpilih untuk final the Dutch Classical Talent Competition.
Link : https://www.facebook.com/events/495344117252298
Langganan:
Postingan (Atom)






